Selasa, 25 Maret 2014

Tugas Proposal

PROPOSAL PENELITIAN SKRIPSI
PENGGUNAAN SISTEM QR CODE BERBASIS ANDROID DALAM KEAMANAN PEMARKIRAN KAMPUS
Ditujukan Dalam Penyusunan Skripsi Guna Memenuhi Persyaratan memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Progam Studi Sistem Informatika

 







Nama : Jatra Nandika Hutama
NIM : 672011129

Progam Studi Teknik Informatika Mobile
Fakultas Teknologi Informasi
Universitas Kristen Satya Wacana
Salatiga
2014
PROPOSAL PENELITIAN
PENGGUNAAN SISTEM QR CODE BERBASIS ANDROID DALAM KEAMANAN PEMARKIRAN KAMPUS
Nama : Jatra Nandika Hutama
NIM : 672011129
Telah dibaca dan diperiksa untuk disajikan mahasiswa yang bersangkutan dalam kolokium dengan rekomendasi (masukan) berikut catatan atas rekomendasi Wali Studi
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________








Mengetahui,                                                                                                 Salatiga, 16 Maret 2014
                                                                                                                                        Wali Studi



Dian Widyanto Chandra, S Kom, MCs                                                   Ramos Sonya, S Kom
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan atas berkat rahmat dan penyertaan-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan dan menyelesaikan penulisan proposal skripsi ini dengan judul “Penggunaan Sistem QR code Berbasis Android dalam Keamanan Pemarkiran Kampus”
Penulis menyadari bahwa baik dalam perjalanan studi maupun dalam penyelesaian skripsi ini, penulis banyak memperoleh bimbingan dan motivasi dari berbagai  pihak,  oleh  karena  itu  pada  kesempatan  ini  penulis  menyampaikan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada:
1.      Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan hikmat kepada penulis sehingga mampu menyelesaikan penulisan proposal ini.
2.      Teman – teman yang telah memberikan masukan dalam pembuatan proposal ini.
3.      Dosen dan para pembimbing yang sudah memberikan dukungan, semangat, dan masukan terhadap penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan proposal ini.
4.      Semua pihak yang tidak bisa disebutkan penulis satu persatu yang telah membantu penulis untuk menyelesaikan proposal ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan proposal ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis menerima adanya masukkan saran atau kritik, yang sifatnya membangun demi kebaikan penulisan proposal ini, dari semua pihak untuk menyempurnakan proposal ini di masa akan datang.

Salatiga, Febuari 2013
Penulis


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................
LEMBAR PERSETUJUAN.......................................................................................
KATA PENGANTAR..............................................................................................
DAFTAR ISI..........................................................................................................
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang...............................................................                
1.2. Tujuan Penelitia.............................................................                
1.3. Manfaat Penelitian........................................................
1.4. Rumusan Masalah.........................................................                 
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1.1 Pengertian kode QR..............................................................
2.1.2 Definisi...............................................................
2.1.3 Fungsi Kode QR...........................................................
2.1.4 Cara Penggunaan Kode QR..................................................................
2.1.5 Kelebihan Kode QR...........................................................
2.2.1 Pengertian Android.....................................     
2.2.2 Versi Android....................................................            
                                   
BAB III. METODELOGI
1. Proses Pengambilan Data.............................................                  
2. Lokasi Penelitian...........................................................                 
BAB IV. JADWAL PENELITIAN
 Jadwal Penelitian............................................................                  
BAB V. PENUTUP
3.1 Kesimpulan……………………………………………….
3.2 Saran………………………………………………………


ABSTRAK
Andorid merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat di akhir tahun ini. Banyak sekali aplikasi yang mampu dilakukan teknologi ini dalam berbagai bidang untuk kelancaran dalam berbagai aspek pada kegiatan yang dilakukan manusia. Teknologi ini mampu mengemban berbagai aplikasi yang dilakukan oleh Windows. Dan tidak diragukan lagi teknologi ini lebih mudah dan lebih sederhana. Salah satu kegunaan yang mampu di lakukan Android yaitu membaca sistem barcode yang di dalam barcode tersebut terdapat tulisan tertentu yang nantinya akan dimunculkan dalam bahasa tertentu.


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Tempat parkir kampus merupakan tempat dimana kita menaruh kendaraan saat kita akan melakukan sebuah kegiatan perkuliahan yang dimana kita tidak akan menaruh kendaraan kita di depan kelas. Tapi proses pengecekan sistem identitas motor saat akan meninggalkan tempat parkir belum cukup aman.
Dengan hanya pengecekan STNK, itu belum cukup untuk melakukan pengecekan identitas kendaraan. Ketika mahasiswa tidak membawa STNK dengan meninggalkan KTM pun itu belum cukup untuk mengamankan kendaraan saat akan meninggalkan tempat parkir.
1.2  Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu proses keamanan dalam sistem pemarkiran kendaraan bermotor, terutama kendaraan beroda dua. Kemudian mengurangi adanya kegiatan curanmor yang sedang marak di jaman sekarang
1.3  Manfaat
Manfaat dari pembuatan aplikasi android ini yaitu memudahkan pengecekan sistem identitas pada kendaraan yang digunakan mahasiswa dalam kampus. Mengurangi kesalahan pengecekan identitas kendaraan yang sebelumnya di lakukan manual sekarang diganti dengan aplikasi yang dijalankan dalam android.
1.4  Rumusan Masalah
1.        1.Bagaimana merancang sistem pemarkiran yang menggunakan QR code berbasis android?
2   2.Bagaimana sistem yang digunakan dalam pemarkiran yang dilakukan secara mamnual dan sistem yang dilakukan setelah menggunakan aplikasi android?


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.1    Pengertian Kode QR
Kode QR atau biasa dikenal dengan istilah QR Code adalah bentuk evolusi kode batang dari satu dimensi menjadi dua dimensi. Penggunaan kode QR sudah sangat lazim di Jepang Hal ini dikarenakan kemampuannya menyimpan data yang lebih besar dari pada kode batang sehingga mampu mengkodekan informasi dalam bahasa Jepang sebab dapat menampung huruf kanji. Kode QR telah mendapatkan standardisasi internasional dan standardisasi dari Jepang berupa ISO/IEC18004 dan JIS-X-0510 dan telah digunakan secara luas melalui ponsel di Jepang[1]
2.1.2    Definisi
Kode QR adalah suatu jenis kode matriks atau kode batang dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, sebuah divisi Denso Corporation yang merupakan sebuah perusahaan Jepang dan dipublikasikan pada tahun 1994 dengan fungsionalitas utama yaitu dapat dengan mudah dibaca oleh pemindai QR merupakan singkatan dari quick response atau respons cepat, yang sesuai dengan tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respons yang cepat pula. Berbeda dengan kode batang, yang hanya menyimpan informasi secara horizontal, kode QR mampu menyimpan informasi secara horizontal dan vertikal, oleh karena itu secara otomatis Kode QR dapat menampung informasi yang lebih banyak daripada kode batang. [1]
2.1.3    Fungsi Kode QR
Kode QR berfungsi bagaikan hipertaut fisik yang dapat menyimpan alamat dan URL, nomer telepon, teks dan sms yang dapat digunakan pada majalah, surat harian, iklan, pada tanda-tanda bus, kartu nama ataupun media lainnya. Atau dengan kata lain sebagai penghubung secara cepat konten daring dan konten luring. Kehadiran kode ini memungkinkan audiens berinteraksi dengan media yang ditempelinya melalui ponsel secara efektif dan efisien. Pengguna juga dapat menghasilkan dan mencetak sendiri kode QR untuk orang lain dengan mengunjungi salah satu dari beberapa ensiklopedia kode QR . [1]
2.1.4    Cara Penggunaan Kode QR
Kode QR dapat digunakan pada ponsel yang memiliki aplikasi pembaca kode QR dan memiliki akses internet GPRS atau WiFi atau 3G untuk menghubungkan ponsel dengan situs yang dituju via kode QR tersebut. Pelanggan, yang dalam hal ini adalah pengguna ponsel hanya harus mengaktifkan program pembaca kode QR, mengarahkan kamera ke kode QR, selanjutnya program pembaca kode QR akan secara otomatis memindai data yang telah tertanam pada kode QR. Jika kode QR berisikan alamat suatu situs, maka pelanggan dapat langsung mengakses situs tersebut tanpa harus lebih dulu mengetikkan alamat dari situs yang dituju. Jika ingin mengakses kode QR dengan ponsel tanpa kamera, maka hal pertama yang harus dilakukan oleh pengguna adalah dengan menjalankan terlebih dahulu aplikasi peramban yang ada pada ponsel, lalu masukkan URL halaman yang bersangkutan, selanjutnya masukkan “ID” atau 7 digit nomor yang tertera di bawah kode dan klik tombol Go, maka pengguna akan memperoleh konten digital yang diinginkan. Hal ini tentu mempermudah pelanggan dalam mendapatkan informasi yang ditawarkan oleh pemilik usaha. Jenis-Jenis aplikasi yang dapat membaca kode QR antara lain misalnya Kaywa Reader , yang dapat di instal pada ponselnokia,iMatrix, aplikasi untuk iPhone dan ZXing Decoder Online yang dapat digunakan untuk mendekode kode QR berupa imaji dengan memasukkan URL image maupun dengan menguploadnya[1]
2.1.5    Kelebihan QR Kode

Kode QR memiliki kapasitas tinggi dalam data pengkodean, yaitu mampu menyimpan semua jenis data, seperti data numerik, data alphabetis, kanji,kana,hiragana,simbol,dan kode biner. Secara spesifik, kode QR mampu menyimpan data jenis numerik sampai dengan 7.089 karakter, data alphanumerik sampai dengan 4.296 karakter, kode binari sampai dengan 2.844 byte, dan huruf kanji sampai dengan 1.817 karakter. Selain itu kode QR memiliki tampilan yang lebih kecil daripada kode batang. Hal ini dikarenakan kode QR mampu menampung data secara horizontal dan vertikal, oleh karena itu secara otomatis ukuran dari tampilannya gambar kode QR bisa hanya seperspuluh dari ukuran sebuah kode batang. Tidak hanya itu kode QR juga tahan terhadap kerusakan, sebab kode QR mampu memperbaiki kesalahan sampai dengan 30%. Oleh karena itu, walaupun sebagian simbol kode QR kotor ataupun rusak, data tetap dapat disimpan dan dibaca. Tiga tanda berbentuk persegi di tiga sudut memiliki fungsi agar simbol dapat dibaca dengan hasil yang sama dari sudut manapun sepanjang 360 derajat[1]
2.2.1 Pengertian Android
Android merupakan sebuah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputertablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. [3]
Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia. Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kodeAndroid di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.
Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD). [3]
2.2.2 Versi Android
·     Versi Beta : Dirilis 5 November 2007
·     Android 1.0 (API level 1) : Dirilis 23 September 2008
·     Android 1.1 (API level 2) : Dirilis 9 Februari 2009
·     Android 1.5 Cupcake (API level 3) : Dirilis 30 April 2009
·     Android 1.6 Donut (API level 4) : Dirilis 15 September 2009
·     Android 2.0 Eclair (API level 5) : Dirilis 26 Oktober 2009
·     Android 2.0.1 Eclair (API level 6) Dirilis 3 Desember 2009.
·     Android 2.1 Eclair (API level 7) Dirilis 12 Januari 2010
·     Android 2.2–2.2.3 Froyo (API level 8) Dirilis 20 Mei 2010, 18 Januari 2011, 22 Januari 2011, dan 21 November 2011
·     Android 2.3–2.3.2 Gingerbread (API level 9) Dirilis  6 Desember 2010, Desember 2010, dan Januari 2011
·     Android 2.3.3–2.3.7 Gingerbread (API level 10) Dirilis  9 Februari 2011, 28 April 2011, 25 Juli 2011, 2 September 2011, dan 21 September 2011
·     Android 3.0 Honeycomb (API level 11) Dirilis  22 Februari 2011
·     Android 3.1 Honeycomb (API level 12) Dirilis  10 Mei 2011
·     Android 3.2-3.2.6 Honeycomb (API level 13) Dirilis  15 Juli 2011, 20 September 2011, 30 Agustus 2011, December 2011, Januari 2012, Februari 2012
·     Android 4.0–4.0.2 Ice Cream Sandwich (API level 14) Dirilis 19 Oktober 2011, 21 Oktober 2011, 28 November 2011
·     Android 4.0.3–4.0.4 Ice Cream Sandwich (API level 15) Dirilis  16 Desember 2011, 29 Maret 2012
·     Android 4.1-4.1.2 Jelly Bean (API level 16)  Dirilis 9 Juli 2012, 23 Juli 2012, 9 Oktober 2012
·     Android 4.2-4.2.2 Jelly Bean (API level 17) Dirilis 13 November 2012, 27 November 2012, 11 Februari 2013
·     Android 4.3 Jelly Bean (API level 18) Dirilis  24 Juli 2013
·     Android 4.4 KitKat (API level 19) Dirilis 31 Oktober 2013 [4]


                   BAB III
METODELOGI
1.    Proses Pengambilan Data
Tahap-Tahap Pembuatan Program Penelitian  yang  dilakukan  untuk merancang  sistem  diperoleh  dari pengamatan  data-data  yang  ada.  Tahap-tahap  yang  dilakukan  untuk penelitian guna perancangan (pendesainan sistem) tersebut secara terstruktur adalah:
1.      Observasi
Melakukan  pengamatan  terhadap  data  yang  diteliti, menguji dengan melakukan kesalahan dalam sistem pemarkiran.
2.      Analisa data
Membuat analisa terhadap data  yang sudah diperoleh  dari hasil observasi  yaitu menggabungkan dengan laporan  survey  dan kebijakan pemakai  menjadi spesifikasi  yang  terstruktur  dengan  menggunakan pemodelan.
3.      Perancangan sistem
Memahami rancangan sistem informasi sesuai data yang ada dan mengimplementasikan  model  yang  diinginkan  oleh  pemakai.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Perangkat keras terdiri dari seperangkat komputer Perangkat  lunak  berupa  sistem operasi  Windows,  Eclips untuk oprasi Android.


Tampilan Hasil










2.    Lokasi Penelitian
Dalam proses penelitian ini, penulis melakukan penelitian dan pengambilan gambar di beberapa tempat :
·      Tempat parkir kampus



JADWAL PENELITIAN

1.      Jadwal Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan pada minggu kedua bulan Februari 2014.

BAB V
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Setelah  melakukan  analisa,  merancang  dan  mengimplementasikan sistem pemarkiran menggunakan barcode berbasis android, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Progam ini dapat memperketat keamanan dalam sistem pemarkiran dan dapat mengurangi kelalaian yang dapat dilakukan manusia dalam memeriksa identitas kendaraan yang dilakukan secara manual.
3.2              Saran
Saran untuk pengembangan sistem ini adalah :


Selasa, 11 Februari 2014

SISTEM MONITORING KEAMANAN JARINGAN PENDETEKSI SINYAL HANDPHONE DENGAN ALAT PENDETEKSI  PADA SUATU SEKOLAH BERBASIS WINDOWS

  1. LATAR BELAKANG
Pada jaman sekarang teknologi-teknologi baru sangat cepat berkembang, khusunya dibidang gadget seperti smartphone,ultrabook,dan device yang lainya. Teknologi yang berkembang pesat ini memang sangat bermanfaat bagi manusia untuk mempermudah pekerjaan manusia, tetapi bila tidak digunakan dengan baik juga akan merugikan manusia itu sendiri. Bagi kalangan remaja dan pemuda, teknologi terbaru khususnya smartphone sangat menarik bagi mereka sebagai ajang untuk menambah gengsi , sehingga jumlah konsumen gadget smartphone ini sangatlah tinggi khususnya di Negara kita. Saat inipun remaja maupun pemuda tidak hanya mempunyai 1 gadget namun lebih dari satu yang membuat para anak melupakan yang namanya belajar sehingga mereka waktu pergi sekolah dan masuk kekelas bukanya berkonsentrasi ke guru namun malah lebih mengotak-atik smartphone yang mereka miliki. Dan dampaknyapun sangat besar seperti siswa yang membuka situs porno serta hal negative lainya yang dapat mengancam moralitas para siswa tersebut. Kebanyakan sekolahpun mengeluhkan hal yang sama untuk mengatasi para siswanya tidak membawa handphone atau smartphone sewaktu pergi ke sekolah dan mengikuti pelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu adanya tindakan dalam membatasi siswa supaya tidak membawa handphone ke sekolah maupun saat pelajaran dimulai seperti aturan sekolah, namun dalam kenyataanya para siswa sering mengabaikan aturan tersebut sehingga di terapakanlah system yang memungkinkan para siswa yang membawa handphone dapat dimonitoring dan di amankan segera oleh pihak sekolah. Sistem ini memungkinkan siswa yang membawa hp dan masuk keruang kelas akan terdeteksi dengan adanya alat pendeteksi sinyal yang dipasang diatas pintu kelas yang terhubung ke system operasi windows dengan apikasi monitoring sinyal handphone dan akan menghidupkan alarm bila pada waktu system monitoring mendeteksi adanya sinyal handphone yang masuk ke ruang kelas akan langsung menghidupkan alarm. Melalui alat ini diharapakan sekolah mampu mengawasi para siswanya yang membawa handphone dilingkungan sekolah dan segera menindak tegas siswa tersebut. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat diharapkan juga setiap instansi pendidikan terkhusus para sekolah SD,SMP, serta SMA mempunyai mutu dalam peningkatan teknologi dalam hal pengawasan siswa yang membawa handphone supaya para sekolah dapat mengikuti perkembangan teknologi serta dapat menjadi sekolah bertaraf international dalam hal pengawasan. Maka untuk memenuhi hal itu saya merumuskan dengan judul “Sistem Monitoring Keamanan Jaringan Pendeteksi Sinyal Handphone dengan Alat Pendeteksi Ruang Kelas Suatu Sekolah berbasis Windows

  1. RUMUSAN MASALAH
  1. Bagaimana mengatasi siswa agar lebih berkonsetrasi saat belajar tanpa menggunakan handphone?
  2. Bagaimana antisipasi suatu sekolah terhadap siswa yang sering membawa handphone?
  3. Apakah setiap sekolah sudah selalu mengawasi siswanya berkosentrasi dalam belajar dengan memonitoring pembawa hp?
  4. Bagaimana langkah yang harus dilakukan untuk meminimalisir pengguna handphone khusunya siswa yang berada di ruang kelas?
  5. Bagaimana system monitoring dapat diterapkan pada suatu sekolah yang memiliki kapasitas kuota siswa yang besar?
    C. TUJUAN
         Adapun tujuan analisis ini :
  1. Mendeteksi keberadaan HP disuatu tempat 
  2. Menangkap sinyal pada sebuah lokasi yang telah dibuat
    D. LITERATURE REVIEW

Berdasarkan kajian dari Muh.Muslih (2007) bahwa jaman sekarang bila anak tidak membawa hp akan berujung pada kurangnya popularitas diantara anak-anak yang lain diwaktu masa sekolah. Anak menuntut membawa hp untuk berbagai alas an sehingga mengganggu proses belajar anak sewaktu di kelas. Dampaknyapun jelas terlihat  seperti : menurunya kosentrasi belajar, menambah pengeluaran alias boros, meningkatnya gambar serta video porno lewat hp yang bisa merusak moralitas anak. Serta menurut kajian  Zainudin Ikhwan (2007) perkembangan teknologi semakin hari semakin cepat sehingga perlu adanya tindakan dari sekolah untuk segera melakukan pengawasan terhadap siswa yang membawa handphone. [3] Dengan hal ini dalam kajian Zaenal Arifin(2008) bahwa saat ini keamanan jaringan telah sangat dibutuhkan tidak hanya pada perusahaan atau vendor software saja tetapi dalam instansi sekolahpun dibutuhkan. Maka dari itu instansi sekolah membutuhkan system keamanan jaringan yang dapat mendeteksi sinyal hp diruang kelas. [4] Dalam kajian Wikipedia Indonesia sinyal dibagi menjadi  4 yaitu GPRS,EDGE,UMTS,HSDPA. GPRS (General Packet Radio Service) : suatu teknologi yang digunakan untuk pengiriman dan penerimaan paket data. GPRS sering disebut dengan teknologi 2G. Fasilitas yang diberikan oleh GPRS : e-mail, mms (pesan gambar), browsing, internet. Secara teori GPRS memberikan kecepatan akses antara 56kbps sampai 115kbps. EDGE (Enhanced Data for Global Evolution) : teknologi perkembangan dari GSM, rata-rata memiliki kecepatan 3kali dari kecepatan GPRS. Kecepatan akses EDGE secara teori sekitar 384kbps. Fasilitas yang disediakan EDGE sama seperti GPRS (e-mail, mms, dan browsing). UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service) : perkembangan selanjutnya dari EDGE. UMTS sering disebut generasi ke tiga (3G). Selain menyediakan fasilitas akses internet (e-mail, mms, dan browsing), UMTS juga menyediakan fasilitas video streaming, video conference, dan video calling). Secara teori kecepatan akses UMTS sekitar 480kbps. HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) merupakan perkembangan akses data selanjutnya dari 3G. HSDPA sering disebut dengan generasi 3.5 (3.5G) karena HSDPA masih berjalan pada platform 3G. Secara teori kecepatan akses data HSDPA sama seperti 480kbps, tapi bisa dipastikan bahwa akses data melalui HSDPA lebih unggul daripada UMTS. Dalam penggunaanya  menurut kajian dari blog di internet,detector sinyal Handphone belum ada yang merealisasikan sehingga masih banyak penelitian yang dapat dilakukan. Dan bila detector itu terwujud ,akan dapat menerima sinyal Handphone.Dari Kajian Ari Prabawati(2005) bahwa penelitian keamanan jaringan sudah seharusnya masuk ke instasi sekolah dimana dapat bermanfaat bagi jaringan disekolah tersebut.

Daftar Pustaka
[3] Zainudin Ikhwan. (2007) . Sejarah HP dan dampaknya bagi pelajar. Gramedia.Jakarta.
[4] Arifin,Zaenal.(2008). Sistem Pengamanan Jaringan Wireless.C.V Andi.Yogyakarta.